 |
| (Foto; Sekretaris Wilaya Koalisi Perempuan Indonesia NTT, Ekoningsih Lema,S.Pd.M.Pd) |
DTC,KUPANG- Banyak kearifan lokal yang perlu dilestarikan agar
tidak ditelan jaman hingga punah. Salah satunya adalah tenunan. Menurut Ekoningsih
M. Lema, memakai tenun adalah cara kita memberikan kepercayaan kepada penenun
untuk terus berkarya.
“Memakai tenun, adalah cara kita memberikan kepercayaan kepada
penunun untuk terus berkarya” terang ketua perempuan Sinode GMIT ini.
Rasa kecintaannya terhadap hasil karya anak Indonesia di Nusa Tenggara Timur, dia membaluti dirinya dengan beberapa motif daerah seperti pada gambar dibawa ini;
 |
| (Tenun Sabu. Karya perempuan lokal yang jenius) |
 |
| (Tenun Mollo di desa Fatumnasi, Timor Tengah Selatan) |
 |
| (Motif Maumere) |
 |
| (Tenun Sumba (kodi) karya anak perempuan muda anggota KOALISI PEREMPUAN INDONESIA cabang Sumba Tengah) |
 |
| (Motif Alor Pantar bersama Keluarga) |
Wakil ketua bidang Seni dan Budaya DPD 1 Partai GOLKAR ini, via WA (20/08), mengungkapkan rasa bahagianya karena orang muda masih setia
memelihara kebudayaannya.
"Tuhan Baik, Saya bahagia sekali karena orang muda masih setia memelihara kebudayaannya" imbuh aktifis perempuan yang kini menjabat sebagai wakil ketua Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) NTT itu.
Komentar
Posting Komentar